Showing posts with label Tips Si Gembel. Show all posts
Showing posts with label Tips Si Gembel. Show all posts

Tips Menginap di Bandara Internasional Hong Kong

Menjadi seorang backpacker, mengharuskan gue buat ngehemat budget perjalanan seminim mungkin. Bahkan lebih minim dari rok yang dipake Julia Perez dalam film layar lebarnya yang berjudul “Mati Kegencet Toket.”

Nah, salah satu hal yang paling krusial dalam me-menej biaya perjalanan adalah  penginapan atau bahasa kerennya adalah “akomodasi,” atau bahasa unyu-nya adalah “tempat bobo,” atau bahasa gembelnya adalah “lapak ane, gan.” Wan Wan Emoticons 19

Sewaktu gue nge-trip ke negara Filipina, Hong Kong dan Macau beberapa bulan lalu, 8 dari 10 harinya gue habiskan dengan menginap di bandara. Iya, bandara. Lo gak salah denger, kok. Dan percaya atau nggak, dengan lebih banyak menginap di bandara, gue bisa hemat biaya penginapan hampir sebesar 2 Juta Rupiah (itu sudah dihitung berdasarkan rata-rata penginapan termurah di 3 negara tersebut.)

Alhasil, selama 10 hari perjalanan mengelilingi 3 negara tersebut, gue cuma ngeluarin duit gak lebih dari 1,5 juta. All-in. Transport, makan, akomodasi dan wisata berbayar. Keren kan gue? Keren! Yoyo & Cici Emoticons 1

Berhubung gue udah lama gak ngasih tips. Sekarang gue mau ngasih tips gimana caranya nginep di Bandara Internasional Hong Kong yang berkode HKG ini. Cekidot :

Hong Kong International Airport adalah bandara tersibuk ke 3 di Asia Tenggara setelah Changi Airport dan Bandara Soetta--yang sibuk renovasi, sibuk menanggulangi banjir, sibuk menanggulangi kemacetan, dan sibuk benerin sistem bandaranya. Gue yakin, Almarhum Bung Karno sama Bung Hatta pasti sedih ngeliat bandara yang namanya diambil dari nama mereka. Kesian. Yoyo & Cici Emoticons 3

Walaupun menjadi salah satu bandara tersibuk dan terbaik di Asia, bahkan Dunia, Hong Kong International Airport ini malah sangat ramah untuk para Backpacker Gembel kayak gue. Begitu pesawat mendarat dan para penumpang masuk ke bandara, gue langsung disambut oleh lantai keramik yang mengkilat bagaikan kaca. Jalan lagi sedikit, sekarang giliran lantai dengan full karpet tebal menyambut gue menuju check-in imigrasi. Gak ketinggalan, teknologi-teknologi bandara yang canggih, tourist information yang sangat membantu, money changer yang buka sampai malam, dan tentu saja yang paling penting adalah wifi yang kenceng. Ini baru bandara bintang 5.

Tourism Board, Very Helpful!

Karena waktu itu gue sampai di Hong Kong udah pukul 10 malam. Gue memutuskan untuk menginap di bandara. Begitu selesai nuker uang dan ngambil banyak brosur informasi tentang pariwisata dan transportasi di Hong Kong, gue langsung cengo ngeliat luasnya bandara ini. Banyak toko-toko souvenir, toko waralaba sampai toko-toko yang menjual barang-barang ber-merk. Gue bingung, ini bandara apa mall?


Bandara Hong Kong ini ramai mulai pukul 5 pagi sampai dengan 11 malam (pengalaman 3 hari tidur di Bandara Hong Kong.) Jadi kerjaan gue di Hong Kong ini, sebagai berikut :

Bangun Pagi - Pergi ke toilet bandara - Bersih-bersih (cuci muka, cuci kaki, cuci titit, pokoknya cuci semua yang bisa di cuci) - Pergi ke terminal bus bandara - Jalan-jalan keliling Hong Kong ampe malem - Balik lagi ke bandara - Pergi ke toilet bandara - Bersih-bersih (cuci muka, cuci kaki, cuci titit, pokoknya cuci semua yang bisa di cuci)  - Tidur.

Terus begitu selama 3 hari. Wan Wan Emoticons 46

Kalo begitu langsung aja, yah, gue kasih tau beberapa hal penting di Hong Kong International Airport.

Tempat Tidur

Karena bandara ini gede banget dan ramainya hanya di jam 5 pagi sampai 11 malam, setelah jam 11 malam ke atas, toko-toko semua tutup, tinggal tersisa restoran-restoran fast food semacam McD yang buka selama 24 jam. Nah, setelah toko-toko tutup dan bandara sepi, akan ada banyak sekali lapak buat kita tidur. Mulai dari lantai, kursi sampai di restoran itu sendiri.

Tapi favorit gue adalah, kursi tunggu tepat di sebelah McDonalds terminal 1. Di sana ada berjejer 6 baris kursi-kursi yang setiap barisnya ada 8 kursi dengan busa yang empuk. Di sini emang banyak dilaluin orang, tapi karena kursi-kursinya menghadap ke arah luar (gak ke arah orang-orang yang lewat) jadi enak banget buat dipake tidur. Pertama karena orang-orang gak akan ngeliat muka kita lagi ngiler. Kedua kita gak akan diganggu sama orang. Ketiga deket sama colokan. Keempat kursinya pake busa, kita bisa selonjoran kaki dan bisa tidur ampe siang. Kayak gue, tiap hari bangun jam 10 tanpa ada petugas/ orang lain yang usil ngebangunin. Yoyo & Cici Emoticons 28

Toilet

Jangan takut kalo kebelet di Bandara Internasional Hong Kong. Ada banyak sekali toilet-toilet yang super bersih dan wangi. FYI, di sini, setiap satu toilet ada satu orang pembersihnya, dan si pembersih yang biasanya adalah kakek-kakek, stay di situ dari pukul 4 pagi sampai pukul 12 malam. Jadi jangan ngebayangin ada tetesan pipis atau hamburan jembut di closet. Semua akan dilibas habis oleh si kakek pembersih!

Kinclong!

Toilet yang bersih bukan berarti di toilet itu ada ruangan khusus mandinya. Gak kayak di KLIA (Kuala Lumpur International Airport) yang punya bilik mandi. Di Bandara Hong Kong gue gak nemu tempat untuk mandi, walaupun gue udah kelilingin semua bandara ini. Pun, ada tempat untuk mandi, tapi kita harus bayar lumayan mahal. Hih, mending gak usah mandi. Namanya juga Backpacker, sob!Wan Wan Emoticons 59

Air Minum Gratis

Lo bisa teleponan sambil minum di sini.

Di depan setiap toilet ada kran air minum gratis yang bisa lo minum ampe perut lo kembung. Jadi gak usah takut dehidrasi. Saran gue, kalo pergi ke Hong Kong dan berniat nginep di bandara, bawa lah nutrisari atau minuman serbuk sachet-an gitu. Soalnya, air kran minum di bandara ini dingin, nah lo bisa masukin ke botol terus campur deh sama nutrisari. Seger! gak usah beli-beli minuman mahal.

Tempat Makan

Nah, ini yang menurut gue agak susah. Gak kayak di Bandara Ngurah Rai Bali yang kalo lo jalan agak ke ujung bandara, lo bakal nemu warung-warung penjual nasi bungkus murah. Di Hong Kong, mau lo jalan sejauh apapun, lo gak bakal nemu yang namanya tukang nasi bungkus. Nah, untuk mengakali kalo perut lapar, sesuatu yang paling murah dan bijaksana adalah lo beli roti di 7-eleven atau lo bekel makanan dari luar. Begitu.

Transportasi Dari dan Ke Bandara

Transport Information jelas

Selama gue backpacker-an, Hong Kong adalah negara dengan transportasi paling nyaman, paling jelas dan paling mudah untuk dipahami. Jangan menganggap karena ini di Hong Kong, maka sign board akan didominasi oleh tulisan-tulisan mandarin yang bentuknya kagak jelas itu. Nggak.

Jalan sedikit ke luar bandara, ada terminal bus

Hong Kong itu adalah negara maju, banyak ekspatriat dari luar yang bekerja di sini, jadi untuk masalah transportasi, petunjuk jalan dan sebagainya, sangat mudah untuk dipahami. Jadi, mau kemana pun lo, gak usah bingung kesasar. Di Hong Kong semuanya jelas. Mulai dari transportasi dengan menggunakan kereta, bus, mini bus sampai taksi, semua jelas.


Sedikit tips dari gue, usahakan membawa banyak receh. Bayarlah bus dengan uang pas, karena kalo lo nggak punya uang kecil, si supir gak akan ngembaliin uang lo. Yoyo & Cici Emoticons 25

Internet

Wifi di Bandara Internasional Hong Kong ini 24 jam nyala. Kenceng. Dan aksesnya mudah. Nonton bokep kagak akan buffer. Bahkan, sebelum lo buka situs bokep, lo udah ngecret duluan saking internetnya kenceng. Yoyo & Cici Emoticons 44

Komunikasi

Karena waktu gue di Hong Kong lebih banyak dihabiskan di Bandara. Berkenalan dengan orang di bandara dan berbagi cerita dengan mereka selalu menjadi hiburan buat gue. Menyenangkan. Contoh, hari pertama nginep di bandara, gue banyak ngobrol sama 2 orang bapak-bapak dari Kenya yang bertujuan untuk bisnis di Hong Kong. Hari kedua, gue berkenalan denga Tom, backpacker asal Irlandia yang baru pertama kali datang ke Hong Kong. Dan hari terakhir, gue bertemu dengan sekelompok TKI dari Indonesia dan Pakistan yang sedang di briefing oleh agen penyalurnya di Hong Kong. Uniknya, mereka memakai seragam merah bertuliskan “Best Maid.” sambil baris berbaris, di bandara.

Tempat tidur gue selama 3 hari & Para TKI

Nah, kalo misalnya kalian pengin nanya-nanya sesuatu ke orang, usahakan tanyalah ke anak muda atau maksimal orang kantoran lah. Karena, kebanyakan bapak-bapak, ibu-ibu apalagi kakek-kakek dan nenek-nenek di sana tidak bisa berbahasa Inggris.

Jadi, enjoy Hong Kong backpacker. Tidur di Bandara gak buruk-buruk amat, kok. Bahkan menurut gue, tidur di Bandara Internasional Hong Kong ini lebih byaman daripada tidur di hostel paling murah di Hong Kong sekalipun. Ciao!  Yoyo & Cici Emoticons 24Yoyo & Cici Emoticons 24Yoyo & Cici Emoticons 24
Read More

Liburan Gratis itu Backpacker Banget!



Dua hari yang lalu, selagi nulis postingan ini, gue masih ada di satu negara tempat dimana aktor-aktor Mandarin berkumpul. Iya, Cilegon. Eh, bukan bukan..

Tepat 2 hari yang lalu, gue ada di Hong Kong, backpacker-an kesana. 3 hari di Hong Kong, gue ngerasa betah banget! Gila, sob. Di Hong Kong iti ternyata lebih seru dari Singapur! Transportasi jelas, jalanan bersih, makanan enak, jajanan di food street banyak, orangnya baik-baik, banyak taman kota, wifi dimana-mana, dan yang paling penting adalah.. KITA BISA TIDUR BEBAS DI BANDARA! Muhahahahhaa.. lumayan irit ongkos buat hotel sama transportasi kemana-mana. Secara bandaranya juga deket kemana-mana. Ah, gue pengin banget balik lagi ke Hong Kong, nyobain lagi makan Wanton Mie yang super lezat itu..

Say Hi to Bruce Lee..

Nah, terus kemarin gue denger nih di berita,katanya BBM di Indonesia udah naik yah? Terus transportasi juga bakalan naik dong, yah? Terus ongkos backpacker-an juga otomatis bakalan naik juga dong, yah? Terus gak bisa jalan-jalan murah lagi dong, yah? AKHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!! GIMANA INIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIH!!!???

....

Eits, tenang dulu pemirsah. Gue tau kok, sebagai backpacker sejati gue juga ngerasain dampak kenaikan BBM dan transportasi di Indonesia. Gue tau, buat backpacker, kenaikan harga itu berarti sama aja kayak kiamat kecil buat kita para backpacker. Yakan? Huft.

Nah, tapi sekarang, di postingan ini, gue bakal ngasih sesuatu yang mungkin bisa ngobatin kekecewaan kalian terhadap naiknya BBM dan transportasi umum di Indonesia.

Apaan tuh, dis?

Hemmm.. Kasih tau gak yaaaaaah~ Kasih tau gak yaaaaah~


Muhehehehe...

Sebelum gue kasih tau, kalian yang baca postingan ini kudu ngucapin sebuah kaliamat di dalam hati. Ucapkan, "Adis Ganteng Banget Ya Allah. Ganteng." Ok.

Selesai.

Sekarang gue bakal ngasih tau apa rahasia yang paling rahasia dari rahasia. Oiya, clue nya adalah, ini jalan-jalan gratis loh dari @XL123

INI DIAAAAAAAAAAAAAAA!!!


Beuh, karena gue pengin balik lagi ke Hong Kong buat balas dendam ke Wanton Mie, maka gue kudu banget ikutan kompetisi ini. Caranya juga gampang banget, sob. Lo cuma kudu :

Cara Ikutan #BebasLiburan dari www.liburanbebas.com :

Masuk ke microsite Liburan Bebas di http://bit.ly/12Zumrh

Pilih tempat tujuan liburan kamu (Hong Kong, Tokyo, Sydney, Auckland, Hongkong atau Raja Ampat).

Daftar dengan menggunakan akun Facebook atau Twitter kamu.

Lengkapi data dengan mengisi nama lengkap, nomor handphone, ID Kakao Talk dan kota tempat tinggal kamu.

Ikuti challenges Liburan Bebas setiap harinya untuk mengumpulkan poin.

Akan ada 3 challenges di Liburan Bebas setiap harinya, yaitu Morning Challenges, Afternoon Challenges dan Night Challenges.

Kamu juga bisa menambah poin dengan cara mengisi pulsa dan main game Everybody Play di Kakao dengan login memakai username yang kamu daftarkan di Liburan Bebas.

User yang tidak menggunakan nomor XL tidak bisa mendapatkan hadiah utama Liburan Bebas. Tetapi, tetap bisa main di Liburan Bebas.

GAMPANG BANGET KAN!! GUE AJA UDAH MAIN INI DARI AWAL DIMULAI. MUAHAHHAHAHAHA~

Oiya, tips dari gue adalah, selain lo main di web-nya dengan jawab pertanyaan-pertanyaan. Lo juga kudu musti main games di KakaoTalk supaya makin banyak poinnya nih >> Poin Tambahan

So, gue tunggu lo di Hong Kong, sob!

Ada salam dari ini..



YUMMYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY~
Read More

Gimana Caranya Traveling Murah?

Halo semua. Halo Bapak Ibu yang budiman. Halo Backpacker keceh. Halo Indonesia.

dan terakhir, halo kamu yang masih memendam perasaan ke si dia.. Left and Right Emoticons 35

Hemm.. udah lama nih gue gak ngaish tips-tips backpacking, yah. Sekarang gue coba posting deh tips untuk para backpacker yang mau mulai backpacking.

Jadi, kan sekarang sekarang alhamdullilah nih gue sering diundang buat talkshow-talkshow di beberapa kota. Bulan ini aja lumayan gue ada talkshow di Jakarta, Bandung dan Surabaya.


 ganteng yah gue..


Materi saat gue talkshow ya gak jauh-jauh seputaran tentang backpacking, blogging, travel writer atau gimana caranya keluar kuliah dengan elegan. Nah, dari beberapa kali gue talkshow di beberapa kota, pasti selalu ada yang bertanya, “Dis, gimana sih caranya biar jalan-jalan bisa murah?”

“Dis, gimana sih caranya keliling Asia Tenggara cuma ngabisin 2,7 juta?”

“Dis, gimana sih caranya jadi backpacker? Gue pengin bisa traveling murah nih.”

“Dis, gimana sih caranya dapetin pacar?”

“Dis, gimana sih masak pepes paus?”

“Dis, lo kok ganteng banget?”

Dan berpuluh-puluh pertanyaan absurd lainnya.HeyHeyPig Emoticons 39

Gue sering banget ngetwit :


“Backpacker itu transport yang penting nyampe, tidur yang penting merem, makan yang penting kenyang. Selesai.”

Ok, sekarang, sebagai orang yang suka traveling murah, gue bakal coba jawab langsung pertanyaan itu di postingan kali ini.

Sebenarnya, gampang aja untuk bisa traveling tanpa mengeluarkan banyak biaya. Gue sendiri punya prinsip untuk menghemat budget, seperti gue bilang di atas, ada 3 unsur dalam penghematan biaya saat traveling, yaitu:

Transportasi : Pakailah transportasi apapun ke tempat tujuan yang pengin lo datengin. Asal murah! Iya, intinya adalah, kalo lo mau traveling murah, lo harus pilih transportasi yang paling murah. Misalnya, gak peduli bus itu gak ada AC, gak peduli bus itu joknya dari kerdus, gak peduli pesawat yang lo tumpangi sayapnya cuma satu, gak peduli kapal laut yang lo naikin gak ngambang di air. Gak peduli. Selama itu murah, NAIK!

Pake ini? Asal murah, NAIK!

Akomodasi : Nah ini nih. Prisnsip yang harus ditanamkan di dalam diri seorang backpacker adalah, “Kalo mau tidur enak ya di rumah aja.”

Begitu. Jadi sama halnya dengan transportasi, pilihlah akomodasi/penginapan termurah di daerah yang kamu kunjungi. Kalo kamu hardcore, bisa juga gak nginep di penginepan dan lebih memilih masjid, taman, terminal, bandara atau apapun yang bisa kamu tidurin. Bukan cewek.Left and Right Emoticons 49

Pokoknya, jangan mikir kenyamanan. Setiap berpergian, tancapkan dalam hatimu “PERSETAN DENGAN KENYAMANAN!” HAHAHAHAHA~

Tapi tidak juga menjadi asal-asalan yah, sob. Contoh gini deh, kalo gue backpacking sendiri, gue berani buat tidur di mana aja asal tempat itu punya permukaan yang datar. Tapi beda hal-nya kalo gue backpacking bareng pacar. Karena pacar gue perempuan (yaiyalah) maka, mau gak mau gue harus nyari tempat berteduh yang agak layak untuk dia. Traveling dengan pacar, mengharuskan gue, sebagai cowok, bertanggung jawab penuh akan keselamatan si pacar 100% nah thats why, gue harus tidur di penginapan, yang tentu saja murah dan aman.

Makanan : Ini dia unsur terakhir dan yang paling penting untuk para manusia di dunia, bukan cuma backpacker. Tapi bukan smart traveler namanya kalo gak bisa ngakalin gimana supaya bisa neken budget dari makanan ini.

Untuk urusan makanan, gue sering banget ngakalin waktu makan biologis gue. Kalo di rumah misalnya gue makan 3 kali sehari. Pas lagi backpacking gue bisa makan 2 kali sehari bakan sekali sehari. Kenapa? Karena kebetulan gue memang orang yang jarang makan dan bisa nahan lapar lumayan spartan. Left and Right Emoticons 41
 
“Nah, cara ngakalinnya gimana, dis?”

Sini gue kasih tau. Normalnya, waktu makan biologis badan kita adalah pagi, siang dan malam. Iya kan? Nah lo bisa skip sarapan pagi dan ngegabunginnya dengan makan siang.

“Tapi kalo pagi laper gimana, dis?”

Bangun siang!

“Tapi kalo emang harus makan, gimana?”

Hemmm.. akali dengan makanan murah yang mengenyangkan. Contohnya roti atau adukan semen.

So, jadi backpacker emang keliatan sengsara, kan? Hehehe.. Siapa bilang backpacking itu enak. Siapa bilang menghemat budget jalan-jalan itu gampang. Tapi siapa bilang semua itu gak ada hasilnya.. ADA!

Nah, di atas kan gue udah sebutin tuh 3 unsur penting dalam menghemat budget saat backpacking. Sekarang gue mau ngasih tau gimana caranya buat dapetin transport dan akomodasi gratis sebagai penunjang pas lo jalan-jalan.

Dapetin tiket pesawat promo murah. Lo bisa baca postingan gue yang ini >> Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah

Dapetin voucher nginep gratis? Emang ada, dis?

ADA BANGET!

INI NIH YANG EMANG JARANG BANGET ADA DI INDONESIA! Sekarang, buat lo para backpacker, lo bisa nginep di hotel-hotel berbintang di seluruh Indonesia dengan dapetin voucher dari @RajaKamaryang sering bagi-bagi promo hotel !

 

Caranya gampang banget! Apalagi buat lo yang suka jalan-jalan dan nulis. Lo tinggal ikutan #BlogCompetitionRK berhadiah voucher nginep di hotel gratis dengan total 12 JUTA RUPIAH! MAN, ITU BANYAK BANGET, MAN! Nih, lo tinggal klik doang link di bawah ini :


TUH KAN MAYAN BANGET! SO, MASIH BINGUNG BUAT NGEHEMAT BUDGET DI AKOMODASI TAPI GAK MAU TIDUR DI EMPERAN TOKO?? RAJAKAMAR JAWABANNYA!
Read More

Kenapa Backpacking Bisa Bikin Gue Berhenti Merokok?

Kenalakan. Nama gue Adis. Gue backpacker, dan gue adalah perokok berat. Bukan, bukan ngerokok sambil bawa barbel 100 kilo. Gue ngerokok bisa ampe 2 bungkus per hari, dan itu minimal. Rokok yang gue isep juga tergolong rokok keras. Bukan, bukan rokok yang terbuat dari beton, kok. Rokok yang gue isep itu Djar*um Sup*er. FYI, Tar dan Nikotin-nya 2 kali lipat lebih besar dari rokok putih biasa.Wan Wan Emoticons 12

Tapi itu dulu..

Sebelum gue pulang dari trip keliling Sumatera pada bulan Februari kemarin.

Gue merencanakan trip keliling Sumatera untuk 1 bulan, menginjakan kaki di 5 provinsi dan belasan kota.

Hari pertama : gue datang ke Medan, semua lancar. Rokok yang gue bekal dari Bandung pun masih utuh, 7 bungkus.

Gembolan gue kalo lagi ngetrip

Oh iya, setiap pergi traveling/ backpacking, gue selalu membawa bekal rokok Djarum Super, itungannya adalah minimal 1 bungkus untuk 1 hari. Dan itu wajib! Yoyo & Cici Emoticons 1

Hari kedua : gue menuju Siantar, Di kereta menuju Siantar, gue kenalan sama pemuda Siantar. Dan seperti biasa, untuk mengawali percakapan, biasanya gue selalu minjem korek atau nawarin mereka rokok. Di sini, rokok gue abis 2 bungkus. Sisa 5 bungkus lagi berarti.

Hari ketiga : Gue menuju Pulau Samosir, Danau Toba. Udara yang dingin bikin gue ngabisin banyak rokok. Di sini, rokok gue abis 2 bungkus lagi. Sisa 3 bungkus.

Hari keempat : Dari Samosir, gue menuju ke Bukit Tinggi. Perjalanan panjang selama lebih dari 15 jam menggunakan bus, membuat gue agak sedikit berhemat rokok. Terhitung, gue cuma ngabisin 1 bungkus doang di hari keempat ini. Sisa 2 bungkus.

Hari kelima : Gue keliling Bukit Tinggi. Mungkin karena kelelahan berpindah-pindah tempat secara terus menerus dan kurangnya istirahat, gue akhirnya rada gak enak badan. Kayaknya gue mau demam. Dan di hari kelima, gue ngabisin 1 bungkus rokok doang. Berarti sisa cuma 1 bungkus lagi. Onion Head Emoticons 44

Hari keenam : Dari Bukit Tinggi gue menuju Harau. 4 jam menggunakan sepeda motor, gue makin tambah demam. Badan panas, kepala pusing dan tulang udah pada ngilu, ditambah dengan bawa backpack segede gaban. Gue kayak orang udah mau mati! Menjelang malam, gue naik angkutan umum menuju Kota Padang. Di mobil gue sempet ngelindur dan agak mengerang kesakitan, untung ada ibu-ibu yang bangunin dan ngasih gue air minum.

Hari ketujuh : Gue gak inget apa-apa. Pokoknya hari ketujuh gue udah ada di dalam sebuah kamar hostel dengan buntelan baju dan celana terpasang di badan, serta selimut dan sleeping bag yang menyelimuti seluruh tubuh gue. Onion Head Emoticons 3

Ternyata, semalam gue demam tinggi. Meriang. Saking mengigil kedinginan, gue pake semua baju dan celana yang gue punya, dan gue buntel lagi pake selimut + sleeping bag. Gue kayak kupu-kupu di dalam kepompong. Kupu-kupu malam tapi.

Hari ketujuh inilah hari dimana gue berhenti merokok. Tepat tanggal 6 Februari 2013. Gue gak ngerokok sama sekali, karena rasa rokoknya udah gak enak. Lidah gue udah mati rasa, dan tenggorokan gue perihnya kebangetan. Maka dari itu, gue sama sekali gak nyentuh sebungkus rokok yang tersisa.

Pas tidur di hostel itu, gue sempet bermimpi buruk. Gue ada disebuah ruangan kotak berukuran sedang dengan tembok berwarna putih bersih. Disana gak ada pintu, gak ada jendela. Sama sekali gak ada jalan buat keluar. Gue kejebak. Yang bikin tambah ngeri lagi adalah, di ruangan tersebut mengepul banyak asap bewarna putih. Seperti asap rokok. Perlahan-lahan gue sesak napas, terjatuh dan akhirnya gue lemes kemudian pingsan.

“TIDAAAAAAAAAAAK!!” teriak gue. Gak deng, lebay itu mah.

Pukul 4 subuh gue kebangun dengan badan yang penuh dengan keringat, sob! Gue basah, dan gue ketakutan. Nafas gue berburu mencari udara. Sesak di mimpi itu ternyata kerasa sampai gue udah kebangun. Gue lemes dan badan gue sama sekali gak bisa digerakin. Gue cuma nyoba untuk merem lagi dan berharap gue bisa bangun dengan kondisi yang lebih sehat.

Kenyataannya, sakit gue malah makin parah. Onion Head Emoticons 5Onion Head Emoticons 5

Ah, kepanjangan nih ceritanya. Udah persingkat aja yah.

Sorenya gue langsung memutuskan untuk pulang ke Bandung dan tidak melanjutkan perjalanan. Gue takut, kalo gue nyoba buat istirahat dulu di Padang sampai badan agak segeran, bukannya malah nambah sembuh, tapi malah nambah sakit. Gue sendirian dan gue gak mau ngerepotin orang. Maka dari itu, selagi gue bisa berusaha sendiri, ya pilihan yang bisa gue ambil itu cuma pulang ke rumah dulu. Karena kondisi badan gue kuatnya mungkin cuma bisa diajak jalan sampai bandara doang.

Beli tiket on the spot bikin dompet gue langsung jebol. Perjalanan selama 6 hari di Sumatera Utara dan Barat yang cuma ngabisin gak lebih dari 200rebu, harus melambung tinggi ketika gue beli tiket pulang menuju Jakarta. Gak apa-apa, yang penting gue bisa pulang dan istirahat.

Singkat cerita gue udah nyampe di Bandung. Dengan kondisi yang mengenaskan tentunya. Ternyata, setelah di cek ke dokter, gue emang kena gejala campak.

“Wah, untung nih bisa pulang ke Bandung juga. Harusnya kamu bisa lebih parah dari ini kalo masih tetep keukeuh ngelanjutin perjalanan.” Yah, kurang lebih dokter bilang begitu.

Nah, yang gak gue sadari adalah, selama gue sakit, gue sama sekali gak ngerokok gegara rasanya emang jadi gak enak. Yah, gimana sih kalo lo sakit dan lo ngerokok/ makan.. pasti rasanya jadi hambar dan gak enak, kan? Nah, itu yang gue rasain selama beberapa hari gue sakit.

Sampai gue sembuh..

Iya, sampai gue sembuh, ternyata rasa rokok itu masih tetep gak enak. Entah kenapa, pas gue udah ngerasa sehat, makanan pun udah ada rasanya, pas gue coba ngerokok lagi, rasanya malah gak enak. Bahkan lebih gak enak dari ngerokok pas gue sakit.

“Ah, mungkin ini rokoknya aja yang udah gak enak. udah kelamaan disimpen.” Ucap gue dalam hati, sambil ngisepin rokok yang diambil dari bungkus terakhir pas gue trip ke Sumatera.

Gue ke warung, dan beli rokok baru. Gue buka, gue nyalain, dan gue isep.. rasanya masih tetep gak enak.

Gue pulang ke rumah dengan keadaan bingung. Gue nyobain rokok merk lain, dan rasanya pun sama. Gak enak!

Pikiran gue balik lagi ke hari terakhir gue di Padang, saat gue mimpi terjebak di satu ruangan penuh asap. “DEG!” Jantung gue berdebar. Mungkin Tuhan udah ngasih peringatan ke gue, dan Dia udah ngambil indera pengecap rasa rokok dari lidah gue. Tuhan sayang banget sama gue.

Gue jadi gak suka ngerokok. Bukan karena gue pengin berhenti ngerokok, tapi karena ternyata rasa rokok udah gak ada enak-enaknya di lidah gue.

Selain itu, dari trip Sumatera kemarin gue sadar. Gue sering koar-koar kalo modal utama jadi backpacker itu adalah nekat. Dan gue salah total! Modal utama menjadi seorang backpacker itu bukan nekat.. Tapi SEHAT! Dan karena gue masih ingin terus jadi backpacker, gue memutuskan untuk berhenti merokok dan mencoba untuk hidup lebih sehat.

Gue gak mau berhenti backpacking gegara sakit doang! Gue masih pengin lihat keindahan-keindahan yang jauh lebih indah daripada ini..


Jangan koar-koar kalo lo responsible traveler kalo masih ngerusak diri lo sendiri dengan rokok. Jangan koar-koar lo pecinta lingkungan, kalo lo sendiri gak cinta sama kesehatan lo.
 
Backpacking is my savior.

P. S : Tulisan ini gue buat setelah 34 hari gue berhenti merokok. Dulu kalo lagi nulis gue kudu mesti banget sambil ngerokok, biar lancar. Sekarang, rokok gue ganti sama ngemil buah. Kalo gak ada buah, gue ganti sama gigitin tusuk gigi. Sekarang gue ngerasa badan gue lebih enteng, bangun tidur lebih seger, dan muka gue tambah ganteng.

So, semoga kalian menemukan "moment" untuk berhenti merokok juga, yah! :")
Read More
Powered by Blogger.
 

About You!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras id arcu nulla. Donec eu risus nisl, id cursus justo. Proin non mauris enim, eu suscipit libero. Fusce eget nunc nibh. Integer elementum consectetur sagittis. Quisque adipiscing auctor risus, id vulputate eros auctor vel. Vivamus pellentesque arcu vel libero eleifend sed aliquam

Free CSS Template by CSSHeaven.org TNB