Tips dan Trick Menginap di Bandara Changi Airport Singapore

Changi Airport
Apa yang ada dipikiran anda saat pertama kali memikirkan tentang menginap di bandara?? "emang bisa yah??" "emang boleh yah??" "lah,emang ga apa-apa tuh??" "tidurnya dimana??emang ada kasur??" ''Menginap di Bandara?? ga salah tuh??'' mungkin itu pertanyaan pertama yang akan kalian lontarkan. Yah disini saya mau berbagi pengalaman, tips dan trick untuk anda yang memang terpaksa harus atau mau menginap di bandara changi singapura, bandara yang termasuk bandara terbesar dan terbaik di Asia maupun di Dunia.

Menginap di bandara sudah menjadi sesuatu yang lazim bagi para backpacker, mungkin dengan berbagai alasan, karena alasan transit lah, tidak mendapatkan transport karena kemaleman, ataupun hanya untuk sekedar mengirit pengeluaran uang anda. Saya endiri pun pernah mengalami "kejadian" menginap di bandara ini, alasan saya pada saat itu adalah karena waktu dan uang yang sayang sekali apabila saya harus menginap atau menyewa sebuah kamar hostel yang hanya akan saya pakai untuk beristirahat selama kurang dari 10 jam saja. Alhasil dengan modal nekat karena waktu itu saya baru pertama kali mengunjungi singapura saya pun memutuskan untuk menginap di bandara. Saya tiba di bandara dengan MRT terakhir kurang lebih pukul 22.00, setibanya saya dibandara, atas rekomendasian seorang teman dan dari buku buku yang saya baca, spot paling asik untuk menginap adalah di terminal 2 di restaurant McDonald. tenang ga usah malu dan minder buat diem dan tidur disini, toh banyak juga backpacker yang numpang istirahat dan tidur disini, tapi resiko dari istirahat di McD ini ya seengganya kalian harus membeli sesuatu disini, saya usulkan beli saja apple pie yang harganya cuma 1$ singapore, tapi tenang kalian bisa dapet fasilitas toilet yang deket dan juga free internet selama 10 menit lalu mati, tapi kalian bisa log in lagi trus mati lagi setelah 10 menit.

McDonald Changi Airport
mas bule ga pegel tuh badan??
Di bandara ini juga terdapat banyak cafe yang buka 24 jam seperti McD, sturbucks, coffee bean, dll..dan cafe cafe itu bisa kalian gunakan untuk beristirahat, tapi tentunya harus sedikit membeli minuman atau makanan mereka hehe..Dan bila anda mau yang gratis tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun untuk beristirahat, bandara changi sangat banyak menyediakan tempat yang menurut saya lumayan nyaman, anda bisa beristirahat di tempat bermain anak-anak di setiap lantai ada, disana cukup nyaman karena tempat bermain itu beralaskan karpet yang lumayan empuk dan hangat. Kalian juga bisa memilih di tempat-tempat duduk yang ada di sepanjang airport (setidaknya cukup nyaman untuk tidur selonjoran) dan satu lagi rekomendasi saya yaitu tidur lah di museum bandara yang ada di changi airport terminal 3. tempatnya cukup sunyi dan tidak banyak orang lalu lalang (*catatan : changi airport adalah bandara 24 jam, jadi cukup banyak orang yang lalu lalang dan tidak terlalu sepi) dan jangan takut untuk masalah toilet, toilet-toilet di changi ini sangat bersih, nyaman dan banyak bertebaran.

so, ga usah mikir lagi kalo kalian ga punya uang dan ingin menghemat di singapura, changi airport bisa jadi jawaban untuk membuat anda menghemat uang sebesar 20$ - 30$ yang dipakai untuk menyewa kamar di hostel. Dan ingat ga usah malu tidur di bandara, because we are backpakcer !!!

:D


Read More

All About Whatever i'm Backpacker !!!

it's all about whatever i'm backpacker's stuff guys :D    


   
Low Cost Traveller
-spread your wings and make your own story-        

Grey Shirt
white shirt
WTVR BCPR

My CONSINA


Read More

INTO THE WILD

Into The Wild


Category :  Movies
Genre       :  Adventure


Sutradara: Sean Penn
Chris McCandless: Emile Hirsch


     Film ini diangkat dari kisah nyata, penggalan kehidupan seeorang pemuda yang bernama lengkap Christopher Johnson McCandless. Pemuda pandai yang lulus dengan sangat memuaskan dari Universitas Emory di Atlanta dan meninggalkan kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Universitas Harvard yang sangat prestisius.

     Kecewa dan muak akan paparan gaya hidup orang tuanya yang borjuis dan sangat materialistis, Chris memutuskan lari dari keluarganya tanpa kabar sama sekali meskipun kepada adik kandung satu satunya yang merupakan sahabat setianya selama ini. Tabungan pribadinya sebanyak $24,000 disumbangkan sepenuhnya ke yayasan sosial Oxam yang tadinya akan digunakan untuk mendaftar di Universitas Harvard. Segala macam kartu identitas dirinya digunting dan dibakar dan itu termasuk kartu kredit, kartu mahasiswa, kartu bank.

     Pengembaraan Chris dimulai dengan mengendarai mobil Datsun kuning kesayangannya yang dianggap sampah dan kurang aman oleh orangtuanya untuk anak lelakinya itu. Mobil tsb sudah pernah dibawa berkelana oleh Chris sampai ke Alaska tanpa kesulitan yang mengganggu sebelum pengembaraannya kali ini. Sayangnya dalam pengembaraan kali ini, mobil kesayangannya ini diterjang oleh banjir bandang di sebuah gurun di negara bagian Nevada. Chris pun tetap melanjutkan perjalanannya dengan hitchhiking (mengacungkan jempol jarinya di pinggir jalan untuk mendapatkan tumpangan kendaraan). 

hitchhiking

     Karena Chris tidak mau terlacak oleh siapapun, plat nomer mobilnya dicopot dan dibuang ke tempat sampah yang cukup jauh. Selain itu Chris juga membakar sisa uang tunai yang masih dimilikinya. Chris juga mengganti namanya menjadi Alexander Supertramp sesuai dengan pilihan hidupnya karena Tramp berarti menggembel, bahasa halus untuk mengembara.

     Banyak orang yang ditemuinya dalam pengembaraan ini dan interaksi mereka dengan Chris cukup dalam dan akrab. Sangat berlawanan bila dibandingkan dengan interaksi Chris dan orangtuanya. Kelak, interaksi dengan beberapa orang yang ditemuinya di jalanan ini bisa mengubah cara pandang hidupnya.


    Beberapa orang yang ditemuinya adalah sepasang hippies Rainey dan Jan Burres. Jan teringat akan anak lelakinya yang seumuran dengan Chris yang juga menghilang tanpa kabar. Chris berteman baik dengan pasangan ini dan tetap berkirim kabar secara berkala dalam perjalanannya ini. Sewaktu ditanya tentang orang tuanya, Chris hanya menjawab “rather than love, than money, than fame, give me truth” yang Chris cuplik dari buku tulisan Henry David Thoreau berjudul “Walden, or Life in the Woods". Chris memang penggemar buku Thoreau disamping juga Leo Tolstoy, Boris Pasternak dan Jack London dan beberapa buku mereka menemani perjalananan Chris.

     Selain pasangan Rainey dan Jan Burres ada lagi petani gandum bernama Wayne Westerberg yang bermukim di Carthage – South Dakota yang sudah dianggap orangtua kedua bagi Chris. Bila ditanya, Chris selalu mereferensikan South Dakota sebagai tempat tinggalnya. Di ladang gandum ini Chris juga bekerja untuk mengongkosi pengembaraannya.



     Selain itu masih ada lagi seorang pensiunan militer bernama Ronald A Franz yang dimainkan dengan sangat apik oleh aktor Hal Holbrook. Ron begitu terkesan dengan Chris dan mereka bisa berinteraksi dengan akrab selama berhari hari. Di saat perpisahannya dengan Chris, Ron menyampaikan niatnya untuk mengadopsi Chris sebagai cucunya. Ron kehilangan anak istrinya pada sebuah kecelakaan mobil di Amerika disaat Ron sedang bertugas di Jepang puluhan tahum sebelumnya dan hingga pertemuannya dengan Chris, Ron tidak juga menikah lagi.

     Pada satu titik, setelah mengembara ke beberapa tempat Chris memutuskan untuk menuju Alaska, tinggal disana dan meninggalkan semua kenyamanan dunia selama beberapa waktu. Hanya berbekal senjata berburu bekas, 10 pound beras, beberapa buku bacaan, dan buku petunjuk tentang “locally edible plants” yang dibelinya di sebuah toko di Alaska dimulailah petualangan yang sesungguhnya. Tanpa kompas, peta dan tetek bengek peralatan survival di alam bebas.

     Berbulan bulan dalam kesendiriannya di tengah kelebatan hutan Taman Nasional Denali - Alaska, Chris akhirnya menyadari makna hidup yg sesungguhnya sebagai mahluk sosial “happines only real when shared” yang dikutipnya dari buku Doctor Zhivago karangan Boris Pasternak.

     Sayang sekali, hidup Chris harus berakhir secara tragis di sebuah bis rongsok yang menjadi tempat tinggalnya dalam kesendirian di dalam Taman Nasional tersebut. Mayatnya ditemukan oleh sekelompok pemburu moose hanya selang kurang dari seminggu setelah kematiannya dan dalam keadaan berbaring didalam kantong tidur yang dijahit oleh ibunya. Akhir hidup yang tak disesali oleh Chris yang tergambar dari tulisannya di secarik kertas “I have had a happy life and thank the Lord. Goodbye and may God bless all”

Chris - Alasca


     Kematiannya diduga akibat keracunan kentang liar yang dimakannya. Kenapa diduga? Karena sampai saat ini masih belum terkuak apa sebenarnya yang menyebabkan kematiannya. Kentang liar tsb apabila dimakan oleh orang normal, kadar racunnya masih bisa dinetralisir oleh sistim kekebalan tubuh kita. Tetapi dengan kondisi tubuh Chris yang kekurangan nutrisi penting selama berbulan bulan, sistem kekebalan tubuhnya tidak bisa menolak racun sekaliber kentang liar tsb. Dugaan lainnya, kentang liar tsb ditumbuhi kapang yang beracun, dan racun itulah yang meracuni tubuh Chris dan mengakibatkan kematiannya. Tetapi pada saat dilakukan otopsi, tidak ditemukan racun ditubuhnya. Besar kemungkinan kematiannya disebabkan oleh kelaparan yang akut.

      Seperti banyak terjadi pada beberapa film yang diadaptasi dari buku, sulit untuk menterjemahkannya dalam film dengan durasi yang terbatas. Saya duga, untuk mengantisipasi hal ini, Penn mengambil gambar layaknya seperti film dokumenter ala Discovery Channel ataupun sekelas National Geographic.

     Nggak heran, film ini banyak menyabet sederet penghargaan, seperti Golden Globe 2008 untuk Eddie Vedder sebagai Best Original Song, Gotham Award 2007 sebagai Best Film, Sao Paolo International Film Festival 2007 sebagai Best Foreign Language Film dan masih banyak lagi. Itu belum termasuk 33 nominasi yang masih sedang berlangsung saat review ini saya tulis.

    Disarankan untuk menonton filmnya dulu baru setelah itu membaca bukunya dibanding sebaliknya. Banyak dari cerita di buku yang tidak terdapat di film karena keterbatasan durasinya meskipun film ini cukup panjang – 148 menit.

     So guys, watching this movie and maybe you'll leave this world full of hypocrisy also hahaha..

Read More

THE BEACH

The Beach

Leo as Richard
 Nah para gembel dan pecinta backpacking, ada film yang mesti kudu wajib kalian tonton adalah film “THE BEACH” yang disutradarai oleh Danny Boyle dan diperankan oleh Leonardo di caprio, film yang diproduksi pada tahun 2000 ini adalah film yang menceritakan seorang backpacker muda asal amerika serikat bernama Richard (Leonardo di caprio) yang ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda dari kehidupan biasanya.

     Kemudian ia bertemu dengan seorang yang aneh bernama daffy yang memberikan peta sebuah pulau terpencil yang seperti surga kecil yang akhirnya daffy bunuh diri karena gengguan mental yang dia alami, di penginapan tempat Richard menginap, Richard bertemu Françoise ( Virginie Ledoyen ) dan pacarnya, Étienne ( Guillaume Canet ), dan meyakinkan mereka untuk menemaninya ke pulau itu. Mereka melakukan perjalanan dari Bangkok ke pantai Koh Samui di Teluk Thailand , di mana Richard bertemu dengan sepasang backpacker Amerika. Mereka berbicara penuh semangat tentang mitos pantai yang memiliki pasokan ganja tidak terbatas.. 

Richard and Daffy
      Untuk mencapai pulau itu, Richard, Françoise dan Étienne harus  berenang berkilo-kilometer. Ketika mereka pertama kali tiba di pulau itu, mereka menemukan perkebunan ganja yang sangat luas dijaga oleh petani setempat bersenjata AK-47.Tetapi mereka berhasil melewatinya tanpa sepengetahuan penjaga kebun ganja tersebut. Setelah melompat dari
tebing tinggi dan mendarat di danau, mereka terlihat oleh Keaty (Paterson Joseph), yang membawa mereka ke penghuni pantai. Mereka dengan hati-hati diinterogasi oleh pemimpin pulau Sal (Tilda Swinton ) tentang pengetahuan mereka tentang pulau itu, dan akhirnya mereka diterima. Ketiganya diperkenalkan kepada semua orang dan selama beberapa hari ke depan, terus menjadi
terintegrasi dengan para penghuni lain. 


    
     Semua adegan diadakan di propinsi Krabi & Phuket (saling bertetangga) ditambah satu di
Khao Yai. Studionya di Phuket.

1) Pantai "The Beach" itu adalah pantai Maya di Phi Phi Le Island di propinsi Krabi.
(Phi Phi Island itu ada dua, Phi Phi Le dan Phi Phi Don. Yang ada hotelnya Phi Phi Don,
sedangkan Phi Phi Le hanya bisa dikunjungi saja/tak bisa dihuni).

2) Adegan pertama Leo di daerah backpacker, digambarkan berada di area Khao San,
Bangkok. Sebenarnya itu di suatu jalan di Krabi dan Phuket, yang diubah total untuk mirip
seperti Khao San, termasuk mengimpor taksi Bangkok dan diberi generator asap supaya
mirip dengan polusinya Bangkok ;)) Pada awal film, ada adegan si Leo duduk di depan Patung Buddha tidur.Itu sebenarnya dibuat dari gabus, tapi setelah film selesai seorang biksu
memintanya tetap dipajang di Krabi sana.

3) Bungalow yang disewa Leo bersama 2 teman Perancisnya (sebelum menyewa kapal dan
pergi ke "The Beach") itu di Seashell Bungalows, pantai Hat Surin, sebelah barat Phuket.
Tempat ini beneran ada.

Francoise, Richard, Etienne
4) Waktu Leo & 2 teman Perancisnya pertama kali tiba di The Beach dan melompat ke air terjun, itu di Khao Yai National Park, propinsi Nakhon Ratchasima, 3 jam sebelah utara Bangkok. Tepatnya di air terjun Haeo Suwat Waterfall.

5) Adegan Richard (Leonardo) & Sal (si pemimpin komunitas, diperankan oleh Tilda Swinton) kembali ke "Ko Phang Ngan" untuk membeli beras, sebenarnya adalah di pantai Hat Kata di Phuket. Restoran tempat mereka makan "Sumet's Place", beneran ada.

     Untuk cerita lebih lanjut, kalian bisa menyaksikan film ini sendiri, dengan latar belakang pemandangan-pemandangan alam Thailand yang indah dan pengalaman seru dari Richard bakal membuat kalian semakin pengen traveling ke Phuket. Trust me ;)
Read More

Messages FB saya dengan penulis Amelia Masniari (Miss Jinjing)

Hanya ingin memberitahukan tentang informasi dunia tas bopong alias dunia backpacker :D saya hanya ingin memberitahukan bahwa menjadi backpacker bukan lah hal yang hina apalagi memalukan bangsa sendiri !!!

Messages Facebook

     Ini potongan dari messages FB saya dengan Amelia Masniari alias Miss Jinjing. 

     Problem nya adalah status serta comment-comment di FB miss jinjing yang menurut saya menghina dan menjelekan para low cost traveler. ini link status beserta comment-comment nya : 


link sudah dihapus ternyata saudara-saudara..

 ini salah satu potongan gambar comment yang menurut saya orang yang comment ini bodoh  !!!

comment-comment
saya tulis ulang yah comment-comment yang saya lingkari..

Amelia : Bisa dibilang kebohongan publik ga y?
opini : buku anda yang berjudul "Belanja Sampai Mati di Tokyo" juga kebohongan publik dong?? harusnya anda udah mati gara-gara belanja..

El Rany : setuju xixiix...malu2in indo aja, orang bisa rendahin negara kita kalo gtu..
opini : hahahaha..ini yang paling bikin saya ngakak LOL !!! malu"in darimana?? rendahin negara darimana??

Uray : Apa dia ke china naek angkot yah??Ahahahaha apa masuk koper dipaketin??
opini : silahkan anda search di google atau tanya ke orang-orang, apa ada angkot jurusan ke china??

Amelia : ...tapi biaya kenakalannya itu yang mana tahannnn huuuuuuuuh..
opini : sayangnya mbak, kami tidak "nakal" hahahaha...

Amelia : aku pribadi tdk mau menulis kalo aku tdk bisa mempertanggung jawabkannya
opini : tanggung jawabkan lah judul buku anda "Belanja Sampai Mati"..so anda harus??

Livya : bener mba...pembaca jangan dibodohi..didramatisir biar laku, nih yang nulis sambil ngemis kali di cina..hehe..
opini : waduh saya speechless deh sama comment yang satu ini, dia bilang sambil ngemis di cina..hahahahaha..semoga di beri hidayah yah mbak Livya bla..blaa..blaa..

ini tanggapan dari mba nancy margaretha, penulis buku "Backpacking Modal Jempol" yang menurut saya sangat sangat kena alias #jleeeeeb...


dan setelah beberapa menit saya melayangkan messages ke si miss jinjing itu, beliau pun membuat status seperti ini..

                                


come on guys, we are not tourist we are backpacker !!!
PROUD TO BE A BACKPACKER !!!!
     
Read More

Anatomy of a Backpacker

Backpacker

      Anatomy of a backpacker, hahahaha ini kaya gambaran diri saya saat saya melakukan perjalanan backpacking, dengan membawa beberapa peralatan yang saya simpan di tas bopong segede bagong yang selalu saya bawa di punggung saya.

     Saya ingin share kebiasaan saya saat melakukan perjalanan, berikut kebiasaan saya :
  • Rambut : entah kenapa saat berpergian saya selalu memberikan perhatian lebih kepada rambut saya, saya bukan orang yang suka memakai topi atau penutup kepala lainnya walaupun matahari bersinar terik. Saya ga akan pede kalo ternayata rambut saya lepek, nampak seperti bocah kumel culun yang tidak terawat hehe..so thats why rambut saya harus jucung jucung alias spike :D
  • Kacamata : uihh ini important stuff banget buat saya, dikarenakan mata saya yang minus alias rabun. Kacamata item juga sangat sangat penting,selain untuk menahan teriknya matahari ya apalagi kalo bukan buat gaya hahaha..yah walaupun nampak seperti ian kasela saya selalu tidak lupa untuk membawanya kemanapun saya pergi.
  • Comfort T-shirt : apa lagi yang lebih nyaman dari kaos dengan bahan yang tidak panas, saya sendiri selalu membawa sedikit kaos saat saya berpergian, saya sangat suka memakai kaos jelek saya hahaha..
  • Celana Pendek : saya pribadi tidak suka memakai celana panjang, selain tidak nyaman untuk dibawa jalan jauh, celana panjang juga tidak membuat saya nyaman karena panas. Celana pendek lah yang selalu menjadi pilihan saya, mau kemanapun saya pergi ke mall, ke tempat wisata, ke kuil-kuil,dst saya selalu memakai celana pendek. Hidup celana pendek !!
  • Sandal Jepit : perjalanan anda akan semakin mudah dan menyenangkan dengan sendal jepit, untuk berjalan jauh sendal jepit sangat pas. saya sendiri ga pernah bawa sepatu saat saya berpergian,cuma menuh-menuhin dan ngeberatin tas saya aja.
  • Tas Punggung : tas punggung yang biasa saya gunakan untuk berpergian adalah tas punggung 60 L merk CONSINA made in Indonesia loh..hehehe..
so, share your important stuff fellas..


Read More

Bahasa TARZAN

            Kadangkala bila anda berpergian keluar daerah, baik itu ke luar pulau atau bahkan ke luar negeri yang mempunyai bahasa berbeda dengan bahasa kita mungkin itu menjadi sebuah kendala. Masalah bahasa juga banyak menjadi alasan seseorang untuk tidak berani berpergian..contohnya adalah..”yah, bahasa inggris gw ga lancar..”  “yah gw ga bisa bahasa ingggris ah malu, takut kesasar disana..”  “mau ke Thailand ah, tapi gw ga bisa bahasa Thailand..itu kan susah banget, gmn dong yah??bahasa inggris aja gw cuma bisa yes no yes no..” dan lain-lain.
           

            Kalo udah banyak alesan gitu, saya saranin deh anda buat masuk kamar, kunci pintu, dan tidur !!! come on !!! saya sendiri tidak punya skill bahasa inggris yang terlalu bagus, untuk seukuran seorang mahasiswa salah satu sekolah tinggi pariwisata di Bandung, bahasa inggris saya ini ga lebih baik dari keponakan saya yang baru kelas 1 SMP (*catetan ; ponakan saya dari kecil udah tinggal di australia #JLEB..hehehe..) Tapi beneran deh semisalnya bila anda ingin bepergian ke Negara Negara di asia tenggara, saya rasa bila anda lulus pelajaran bahasa inggris di SMP. Itu sudah cukup untuk membuat anda bisa berkomunikasi di Negara-negara asia tenggara.
           
            Kalaupun kamu masih ragu sama bahasa inggris kamu, tenang kita masih punya bahasa Universal lain yang seengganya bisa dimengerti oleh kebanyakan orang, yaitu adalah bahasa Tarzan alias bahasa tubuh hahahha…menurut pengalaman saya sih bahasa tarzan ini sangat sangat membantu kalo misalnya kita bertanya atau meminta sesuatu kepada seseorang yang tidak mengerti bahasa lisan kita. Contoh deh yah, saat saya mau mencari money changer di thailand, saya bertanya kepada seorang wanita muda penjaga kedai. Ilustrasi dialog :

Saya    : excuse me miss, may I know where’s money changer ?? I want exchange my money..

Cewe   : yah..hah?? *sambil muka bingung*

Saya    : yes, money changer..exchange money..*sambil senyum*

Cewe   : yah..hah?? *mulut nganga, mata melotot*



Saya    : I wanna change my dollar to bath *sambil linting-lintingin jari kaya ngitung duit*

Cewe   : pang tung cing kung seng tung pang huing *bahasa thailand*

Saya    : $%&^&^#*$@FF$%...

Akhirnya, saya keluarin selembar uang dolar sama selembar uang bath Thailand sambil meragain saya nukerin uang dolar ke uang bath Thailand selayaknya ada si Bank..dan pada akhirnya dia mengerti…HORAAAAAAAAAAY…zzzzzzz -____-“ (sesudah itu saya juluki dia miss yah hah..)

            Atau saat saya ingin meminta saus sambal di salah satu kedai makanan di Kuala lumpur, karena pelayannya orang india dia tidak terlalu mengerti lafalan apa yang saya ucapkan baik dalam bahasa melayu maupun bahasa inggris, alhasil saya meragain orang lagi memotong cabe terus buka mulut sambil berekspresi seperti orang yang kepedesan..dan untuk sekali lagi,bahasa tarzan sangat membantu hehe… 
Read More
Powered by Blogger.
 

About You!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras id arcu nulla. Donec eu risus nisl, id cursus justo. Proin non mauris enim, eu suscipit libero. Fusce eget nunc nibh. Integer elementum consectetur sagittis. Quisque adipiscing auctor risus, id vulputate eros auctor vel. Vivamus pellentesque arcu vel libero eleifend sed aliquam

Free CSS Template by CSSHeaven.org TNB